Showing posts with label Stockholm Syndrome. Show all posts
Showing posts with label Stockholm Syndrome. Show all posts

Tuesday, April 01, 2014

Stockholm Syndrome #2

Aku tahu bahwa tidak sopan untuk menatap seseorang lebih lama dari tiga detik, tetapi aku tak tahan untuk tidak memperhatikan sepasang mata milik Axel yang sedang fokus menyetir dan memperhatikan jalan. Warnanya hijau. Berkilau cemerlang seperti warna gundu yang sering kumainkan saat masih kecil dulu. 

"Ada apa di wajahku?" tanya Axel, tanpa melirik.

Cepat-cepat kualihkan pandanganku ke jalanan. Langit masih kelabu dan keping salju mulai turun satu-satu. "Apa kau akan membawaku menemui Sam sekarang?"

Ia mengernyit, entah kenapa tampak tak begitu senang. "Kau ingin menemuinya sekarang?"

"Mm, tidak tahu. Maksudku, aku hanya bertanya."

"Oh."

Axel tidak menjawab pertanyaanku.

Friday, January 11, 2013

Stockholm Syndrome #1

“Kenapa Stockholm?” Adalah pertanyaan pertama Axel padaku setelah ia menyambutku dan kami berkenalan singkat di depan gerbang kedatangan bandara.

“Aku tidak tahu,” jawabku, mengerjap saat menyaksikan uap keluar dari mulutku saat berbicara. “Kurasa aku hanya... tiba.”

Axel menatapku, kurasa, dengan campuran perasaan antara kesal dan prihatin. Axel Lamont berada di pertengahan umur dua puluhnya, tinggi tegap, pirang, dan harus kuakui, terbilang cukup tampan diantara pria Skandinavia lainnya. Entah karena nasibnya yang sedang buruk atau memang takdirnya sebagai bawahan yang harus selalu patuh, ia ditugaskan oleh atasannya, salah seorang bos di perusahaan asuransi yang secara kebetulan adalah teman mayaku, untuk menjadi pemandu wisata selama aku berada di Stockholm.